Kamu Membuatku Jatuh Cinta

Maaf jika surat ini harus kulayangkan kepadamu. Mungkin ini akan membuatku terkesan seperti seorang pengecut melankolis yang tak bisa mengutarakan maksud hatinya secara langsung, tapi aku tidak bisa mengatakan ini kepadanya. Maka aku memohon bantuanmu untuk menyampaikan garis besar dari isi surat ini kepadanya. Garis besar, karena aku yakin isi surat ini akan bertele-tele. Mungkin akan menjadi tugas berat bagimu untuk menemukan garis besar dari isi surat ini, tapi aku memohon kepadamu. Pasti kamu berpikir kenapa aku tidak langsung saja menuliskan garis besarnya kepadamu, tapi percayalah, aku tak sanggup. Jadi, tolonglah. Temukan.

Aku akan memulai dari saat aku pertama kali melihatnya. Saat itu kamu yang mengenalkannya kepadaku (inilah mengapa aku memilih untuk menulisimu, bukan orang lain), dan tak pernah aku melihat sesuatu seperti dia. Pelukan mesra yang kamu layangkan padanya tak menyurutkan maksud hatiku yang langsung tersimpulkan saat kali pertama aku menatapnya. Sentuhan yang kau daratkan di tubuhnya tak bisa mengurangi keindahannya.

Hatiku terenyuh saat kalian bernyanyi bersama. Tak pernah kulihat hal seromantis itu. Aku sadar kamu terlihat bersinar di sampingnya, tapi setiap haripun kamu sudah bersinar. Tapi dia, tanpamu, redup.

Begini saja, aku tahu aku mencintaimu, tapi kamu telah membuatku jatuh cinta kepadanya.

Dari sebuah sudut tempat pertama kali aku bertemu dengannya kukirimkan pelukanku untuknya.

Yana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s