Tadi langit memang lebih indah. Dari beranda yang menghadap langsung ke pantai ia bisa menatap matahari senja itu, dengan ruas-ruas cahayanya yang bergetar, lenyap perlahan-lahan ke balik kaki langit, sehingga langit dan laut pun –yang alangkah luasnya, alangkah luasnya– semburat dengan warna keemas-emasan. Mega-mega bersepuh ungu, dan angin… ah, angin! Angin yang asin berbisik-bisik di telinga wanita itu.
“Tak ada cinta hari ini. Jangan mimpi.”

– Nocturno

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s