Tangan

Suatu hari mungkin aku akan teringat akan semua tangan yang pernah bersentuhan dengan tanganku. Tangan-tangan yang berjabat dengan tanganku, yang berpelukan dengan tanganku, atau yang mengusap tanganku supaya tenang. Tangan-tangan yang telah berpuluh tahun menjadi budak tuannya. Tangan-tangan yang basah saat tuannya menangis dan yang bertepuk saat tuannya tertawa. Tangan-tangan yang pernah kecil atau yang tak sempat tumbuh.
Kedua tanganku adalah sepasang bagian tubuh yang paling romantis yang kumiliki. Saat aku tidur mereka saling merapat, mencari hangat. Saat aku berjalan mereka bersama-sama menggenggam tasku supaya mereka bisa berdekatan. Saat aku menutup mata untuk berdoa, mereka saling berpelukan erat. Bahkan saat aku membaca, diam-diam mereka saling bersentuhan dibalik bukuku.
Tangan-tanganku saling mencintai tanpa membutuhkan pembuktian apa-apa. Tangan kiriku bukan pencemburu, dia tidak bersembunyi di sakuku saat tangan kananku berpelukan dengam tangan kiri lain. Dia malah berayun-ayun, menikmati kebahagiaan tangan kananku dari jauh. Tangan kananku bukan pemarah, dia tidak ikut campur ketika tangan kiriku diusap oleh tangan kanan lain.
Kedua tanganku telah berkenalan dengan banyak tangan lain, tapi ketika malam mengundang mata untuk menutup hari, mereka yakin mereka akan tetap hanya memiliki satu sama lain.

Advertisements

One thought on “Tangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s